, ,

Kuota Terbatas, Calon Jemaah Asal Tana Toraja Tertunda Berangkat Haji Setelah 12 Tahun

by -1176 Views

News makale  Harapan seorang warga Tana Toraja untuk menunaikan ibadah haji pada 2026 pupus setelah 12 tahun menunggu. Daeng Taba (63), jemaah asal Kecamatan Makale, dinyatakan gagal berangkat akibat kendala administrasi dan keterbatasan kuota yang terjadi pada musim haji mendatang.

12 Calon Jamaah Haji Cadangan Tapsel Gagal Berangkat, Ini Dua Alasannya -  Metro Daily
Kuota Terbatas, Calon Jemaah Asal Tana Toraja Tertunda Berangkat Haji Setelah 12 Tahun

Kuota Terbatas, Daeng Taba Tersisih dari Daftar Berangkat

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tana Toraja mengonfirmasi bahwa puluhan calon jemaah haji (CJH) terpaksa ditunda keberangkatannya ke tahun berikutnya. Salah satu di antaranya adalah Daeng Taba, yang telah mendaftar sejak 2014.

Baca Juga : Dampak Aturan Baru, 33 Calon Jamaah Haji Tana Toraja Batal Berangkat Tahun 2026

Kuota haji Indonesia tahun 2026 masih belum kembali normal seperti sebelum pandemi. Kami hanya bisa memberangkatkan jemaah yang masuk dalam kuota prioritas usia dan pelunasan tercepat,” ujar Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tana Toraja, Yosef Kanan, Jumat (14/11/2025).

Ia menjelaskan, meski dokumen administrasi Daeng Taba sebenarnya telah memenuhi syarat, nomor porsi keberangkatannya kembali terdorong akibat pembatasan kuota nasional.


Kendala Administrasi Menambah Beban

Selain persoalan kuota, terdapat catatan administratif yang membuat berkas keberangkatan Daeng Taba perlu perbaikan ulang.

Ada data kependudukan yang harus disesuaikan dengan sistem baru. Ini berdampak pada validasi akhir sehingga beliau tidak bisa masuk daftar keberangkatan 2026,” jelas Yosef.

Keterlambatan perbaikan data tersebut membuat Daeng Taba harus menunggu verifikasi ulang yang baru dapat dilakukan pada jadwal penyesuaian tahap berikutnya.


Kekecewaan Mendalam Sang Calon Jemaah

Daeng Taba tak dapat menyembunyikan rasa kecewa setelah penantian panjangnya berakhir dengan penundaan.

Saya sudah menabung puluhan tahun. Usia juga makin lanjut. Saya berharap bisa berangkat sebelum kondisi kesehatan menurun,” tutur Daeng Taba saat ditemui di kediamannya.

Meski demikian, ia tetap berusaha menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. “Saya pasrah. Mudah-mudahan tahun selanjutnya ada rezeki dan kesempatan,” ujarnya.


Pemkab dan Kemenag Siapkan Pendampingan

Pemerintah Kabupaten Tana Toraja mengaku memahami kekecewaan para jemaah yang tertunda. Pemkab bekerja sama dengan Kemenag setempat untuk memastikan data mereka kembali diprioritaskan pada musim haji berikutnya.

Kami akan mendampingi seluruh calon jemaah yang tertunda agar proses administrasi tidak terulang dan data mereka masuk dalam kuota prioritas tahun berikutnya,” kata Asisten Pemerintahan Setda Tana Toraja, Marthen Lellu.

Menurut Kemenag, penundaan seperti ini tidak hanya terjadi di Tana Toraja, tetapi juga di berbagai daerah akibat penyesuaian kuota global dari Pemerintah Arab Saudi.


Harapan Terakhir Jelang Usia Senja

Meski gagal berangkat pada 2026, nama Daeng Taba telah dipastikan masuk daftar prioritas musim haji 2027. Ia berharap kesehatannya tetap terjaga sampai kesempatan itu tiba.

Saya hanya ingin sekali seumur hidup bisa ke Tanah Suci,” ucapnya lirih.

Penantian panjang Daeng Taba menjadi potret betapa kompleksnya persoalan kuota haji di Indonesia—sebuah harapan yang terus menyala meski tertunda.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.