,

Harga Daging Babi di Pasar Makale Naik Jadi Rp120 Ribu per Kilogram

by -2233 Views

News Makale – Harga daging babi di Pasar Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mengalami kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir.
Jika sebelumnya harga jual berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp120 ribu per kilogram.

Jelang Galungan, Harga Daging Babi di Buleleng Tidak Naik, Tapi Sepi  Pembeli, Ada Apa Ya? - Pos Bali
Harga Daging Babi di Pasar Makale Naik Jadi Rp120 Ribu per Kilogram

Kenaikan ini membuat sejumlah pedagang dan pembeli mengeluh, karena daging babi merupakan salah satu bahan konsumsi utama masyarakat setempat, terutama menjelang perayaan adat dan keagamaan.

Baca Juga : Toraja Utara dan Tana Toraja Sepakat Kolaborasi Promosi Pariwisata Digital ‘Koopi Toraja’

Salah satu pedagang, Maria Lembang (45), mengungkapkan bahwa lonjakan harga disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari peternak lokal sejak awal Oktober.

“Biasanya pasokan datang dari daerah Saluputti dan Mengkendek. Tapi sekarang sulit, katanya stok babi menurun karena banyak dipotong untuk acara adat,” ujar Maria saat ditemui di lapaknya, Kamis (16/10/2025).

Permintaan Tinggi Jelang Musim Adat Toraja

Selain minimnya pasokan, tingginya permintaan juga menjadi faktor utama kenaikan harga. Menurut pedagang, bulan Oktober hingga Desember biasanya menjadi periode meningkatnya kebutuhan daging babi di Tana Toraja karena banyak digelarnya ritual adat rambu solo’ dan rambu tuka’.

“Setiap kali musim adat datang, permintaan melonjak drastis. Banyak keluarga yang membeli untuk acara besar. Itu sebabnya harga cepat naik,” jelas Simon Palimbong, pedagang lainnya di Pasar Makale.

Kondisi ini membuat masyarakat yang hendak menggelar acara adat harus menyesuaikan anggaran. Sebagian warga bahkan memilih membeli lebih awal atau mengurangi jumlah babi yang disembelih untuk menekan biaya.

Peternak Sebut Biaya Pakan Juga Meningkat

Sementara itu, peternak lokal mengaku sulit menahan harga agar tetap stabil.
Kenaikan harga pakan ternak menjadi salah satu penyebab utama yang membuat mereka menaikkan harga jual babi hidup.

“Harga jagung dan dedak naik terus, jadi kami terpaksa ikut menyesuaikan. Sekarang harga babi hidup di kandang sudah Rp65 ribu per kilogram,” ujar Andarias Randa, peternak dari Kecamatan Mengkendek.

Menurutnya, situasi ini sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir. Selain pakan, biaya perawatan dan vaksinasi juga meningkat karena beberapa waktu lalu sempat ada kekhawatiran terkait penyakit babi di wilayah tetangga.

Dinas Peternakan: Kenaikan Masih Dalam Batas Wajar

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Tana Toraja, Yulius Sampe, menyebut kenaikan harga daging babi masih tergolong wajar menjelang akhir tahun.
Pihaknya memastikan stok hewan ternak di tingkat peternak masih aman dan tidak ada wabah penyakit yang menyebabkan penurunan drastis populasi.

“Kita tetap pantau distribusi dan kesehatan ternak. Memang ada peningkatan harga, tapi masih dalam batas normal karena faktor permintaan tinggi menjelang musim adat,” kata Yulius.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan dan pedagang untuk tetap menjual sesuai harga wajar agar kestabilan pasar terjaga.

Warga Harap Harga Segera Turun

Kenaikan harga ini turut berdampak pada pedagang makanan olahan berbasis daging babi, seperti penjual sosis Toraja dan masakan khas pa’piong.
Beberapa pedagang mengaku harus menaikkan harga jual atau mengurangi porsi untuk menghindari kerugian.

“Kalau harga tinggi begini, susah jualan. Pelanggan kadang marah kalau harga naik,” kata Lina, pedagang makanan di sekitar Pasar Makale.

Masyarakat berharap harga dapat kembali normal setelah musim adat berakhir, agar kebutuhan sehari-hari bisa tetap terpenuhi tanpa membebani ekonomi rumah tangga.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.