News Makale — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tana Toraja terus memaksimalkan upaya penataan kebersihan kota dengan melakukan pembersihan menyeluruh di bantaran Sungai Makale. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan daerah dalam menyambut penilaian Adipura, penghargaan nasional untuk kota berkomitmen terhadap kebersihan dan lingkungan berkelanjutan.

Pembersihan dilaksanakan oleh puluhan petugas DLH bersama relawan lingkungan. Mereka menyisir sampah rumah tangga, ranting pohon, hingga sedimen lumpur yang menumpuk akibat musim hujan.
Baca Juga : Dari PAUD hingga CFD, Komda PGPKT Toraja Utara Masifkan Kampanye Kesehatan Telinga
Fokus pada Titik Rawan Sampah
Kepala DLH Tana Toraja, …, mengatakan bahwa bantaran Sungai Makale merupakan salah satu titik pantau penting dalam indikator penilaian Adipura. Karena itu, penanganan dilakukan secara intensif agar kualitas kebersihan kawasan tersebut meningkat signifikan.
“Kami ingin memastikan seluruh area di sekitar Sungai Makale berada dalam kondisi bersih dan rapi. Ini tidak hanya untuk penilaian Adipura, tetapi juga demi menjaga ekosistem sungai dan kenyamanan warga,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembersihan tidak hanya dilakukan menjelang penilaian, tetapi akan berlangsung secara berkala untuk menciptakan budaya hidup bersih di masyarakat.
Ajak Warga Berpartisipasi
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan sungai. DLH menemukan masih banyak sampah yang berasal dari aktivitas warga, seperti plastik, kemasan makanan, dan limbah rumah tangga yang dibuang langsung ke aliran sungai.
“Kami berharap warga dapat lebih peduli. Kalau hanya mengandalkan petugas, tidak akan cukup. Kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama,” tambah Kepala DLH.
Untuk meningkatkan kesadaran, DLH berencana menggencarkan sosialisasi di sekolah, pasar, serta kelurahan yang berada di sekitar DAS Makale.
Dukung Kota Lebih Hijau dan Berkelanjutan
Selain pembersihan sungai, DLH juga menata ruang terbuka hijau, memperbaiki sejumlah titik taman kota, dan mengoptimalkan pengelolaan bank sampah. Semua langkah ini diarahkan untuk memenuhi standar Adipura sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat.
Penjabat Bupati Tana Toraja, …, dalam kesempatan terpisah menyampaikan dukungannya terhadap langkah DLH. Ia menilai kerja kolaboratif antarinstansi serta partisipasi publik menjadi kunci keberhasilan menuju kota yang lebih bersih.
“Tana Toraja harus menjadi contoh daerah yang peduli lingkungan. Kami menargetkan hasil terbaik dalam Adipura tahun ini, tetapi yang lebih penting adalah perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan,” tegasnya.
Dengan berbagai persiapan ini, Pemkab Tana Toraja optimistis mampu menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat identitas Makale sebagai kota yang bersih, tertata, dan layak huni.








